TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.body: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']

Senin, 01 Juli 2013

Teman Kelasku Idolaku - Cerpen Cinta

TEMAN KELASKU IDOLAKU
Karya Yuyu Afriyanti

Kicauan burung yang sangat indah terdengar jelas ditelinga pagi itu, membangunkanku dengan suara lembutnya, ku menatap ke arah jendela hari ini sangat indah, entah apa yang membuatnya lebih dari indah dibandingkan hari kemarin, beranjak dari tempat tidur kesayanganku dengan manjanya, pagi ini hari kamis jadwal kuliah cukup melelahkan, memang hanya dua mata kuliah tetapi mata kuliah yang ekstrem. Hmm kok bahas ini, hmm aku mandi dulu yah.
***

Pagi itu masih seperti biasanyA berangkat kekampus bersama teman akrabku, selama perjalan kekampus kami terkadang cerita tentang yang terjadi semalam, keheboan apa yang terjadi dijejaring social, yah hal konyol buat kebanyakan orang tetapi ini membuatnya terasa beda. Dengan gaya khasnya ia mengendari motornya, hmm sampai lupa saya kenalkan teman ku dan memperkenalkan diri ku sendiri, karena ada pepatah mengatakan tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak kenal, yuk kita kenalan, sehari- hari di kampus aku dipanggil dengan vina dan teman ku bernama ira Kami berkuliah di salah satu universitas dimakassar yaitu UNM Fakultas Psikologi, udah taukan namanya yuk kita kembali ke leptop :D hehehehheehehheeh

Teman Kelasku Idolaku
Sesampainya kami dikampus yah kebiasaan yang telah kami lakukan itu telat, hmmm maklum kami tinggal digowa heheh itu alasan setiap ditanya dengan teman-teman kelas, lagi lagi tidak satupun teman kelas kami yang berkeliaran di halaman parkiran, kami saling memandang dan mengatakan hanya dua kemungkinan yang terjadi saat ini,, yaitu 1. Tidak ada dosen masuk dan kemungkinanan ke 2 yaitu kami telat, hehehehehehe.
Kami berjalan dengan sedikit tergopoh-gopoh menuju ruang perkuliahan yang cetar membahana itu, setelah sampainya kami dipintu kelas kami mengatakan kemungkinan kedua yang terjadi yaitu KAMI TELAT, untung saja dosen belum absen. Kami masuk tanpa merasa bersalah dan menuju tempat dimana chisti duduk, masih dengan keadaan ngos-ngosan kami memperhatikan dosen, tanpa melewatkan 1 hurufpun untuk kami dengar, Hal ini berlangsung selama 4 jam pertama di samping melihat sosok cowo yang tinggi, putih dan menurutku dia ku cari,dengan mencuri-curi pandang untuk melihatnya. Tak ada hentinya ku mencuri pandang terhadapnya dan tak ada rasa bosan tuk melihatnya. Setelah jam ke 4 telah usai ku berdiri sembari melihatnya lebih jelas, yah seperti yang dulu sifat dingin yang menonjol pada dirinya.hal ini terus berlajut sampai kuliah telah usai.
***

Sesampaiku dirumah aku hanya diam dan termenung memikirkan apa yang terjadi pada saya, ku tidak mampu memilki dirinya, apa yang membuatku begitu menyukainya, bebrapa pertanyaan yang berkecamuk dalam otak dan fikiran ku itu yang membuat ku tiap hari down jika mengingat perasaan ku ini, entah yang saya terlalu berharap dengannya atau ku memang tak pantas untuk dirinya ? pertanyaan itu tiap hari menguasai fikiran ku.
vina….. suara teriakan itu membuatku dengan seketika bangun dari lamunan, hehehehehehe biasa remaja
Yap ada apa ?* ku segarah menjawab teriakan itu,
Hmm ada yang nyariin tuh diluar, *dibalik pintu dia menyampaikan informasi itu,
Yah, tunggu aku lagi ganti pakean. * sambil memperbaiki kuciran rambut yang berantakan
Seperti biasa ira datang kerumah, biasanya kami saling bercerita hal-hal yang sangat membuat diri kita terlihat bodoh. Terkadang dia bercerita tentang cowo yang disukainya berpacaran dengan orang lain, dan terkadang kita bicara tentang cowo yang aku kagumi, dan terkadang kita bercerita tentang kejadian-kejadian kampus yang kami dengar dari teman-teman.
***

Pagi ini kami sangat terlihat santai untuk kekampus,kami tidak terlihat terburu-buru seperti kemarin, dan kebiasaan kami itu di perjalanan menuju kampus kami tetap bercerita tentang apa yang terjadi kemarin, meskipun tidak bosan-bosannya kami bahas, yah itulah kami.
Sesamapai dikampus kami menuju ruang perkuliahan dan dosen pun ada, jadi kami punya lagi waktu untuk menceritakan hal yang sama tetapi dengan ekspresi yang berbeda, ruang kelas yang ricuh, mahasiswa –mahasiswa sibuk dengan kegiatan masing, tetapi mataku hanya tertuju pada sosok yang duduk dipojok belakang kelas kami yang tampak sibuk dengan Leptop dan headset ditelinganya, mata ku tak hentinya dan bosan melihatnya, dan berharap hari ini hari yang menyenangkan dan berharap hari ini dia mengeluarkan 1 kata untuk ku.
Yayay MIS Galau udah datang *tia-tiba suara itu membuatkuu terkaget, dan usilanpun kembali terjadi.
Ihhsss apa-apaan ini ,, aku tuh gak galau tau,,, * yah itulah kata andalan kuu buat mengalihkan pembicaraan teman-teman yang sering mengatakan kalau saya lagi galau.
Ha ? kamu gak galau gak ada sejarahnya tuh dalam sehari kamu gak galau mikirin si.. * kata salah satu teman ku yang bisa dikatakan dia itu sahabatku dikampus namanya itu Nisa
Ihhss siapa yang mikirin dia, * ku memotong perkatakaannya sebulum ia lanjutkan.
Kejailan inilah yang sering kudapat, tetapi terkadangku merasa ini hal yang membuatku down.
***

Sepulang kuliah kami menuju keparkira motor kampus, yang letaknya tak jatuh dari fakultas kami.
Mau nangkring dimana ? *kata ira dengan muka juteknya,
Di Mcd mi, *kata cristi sembari mengeluarkan motornya dari parkiran,
Dengan nada yang nan heboh Nisa menghampiri kami dan mengatakan kalau dia habis ketemu dengan Rio orang yang ira taksir.
Entah dengan spontan atau tidak ira langsung merespon info yang disampaikan ole nisa tadi ?
Ahh ? rio ? dimana ? kok saya gak pernah liat dia sudah satu minggu ini
Hahaha kamu aja yang gak pernah liat, kemarin seblum pulang aku lihat dia kok didepan sekret, *kata ku dengan nada ngejek
Ihhh ihh dimana ? kok aku gak lihat sih. *katanya sambil menekuk wajahnya.
Hahahah berarti kamu dengan dia tidak jodoh karena tidak dipertemuakan dengan dia disaat kami semua dengan tidak sengaja bertemu dengannya. * kata ku sambil tertawa
Ahh.. kalau ini mau dibahas tidak ada,*kata cristi dengan kesalnya. Sebelum kami semua menjawab cristi kembali menyambung kata-katanya yang seolah-olah terpotong "katanya mau nongkrong kenapa tinggal disini ? gak lapar yah ?,, perut aku udah demo nih,,"
Ahh cristi kerjaanya marah-marah mulu, cepa tua nanti hahahah *Nisa kembali mengejek
***

Entah ada angin apa dia mengirim SMS kepada ku
"Vin aku tunggu kamu di KFC Pettarani sore ini, ada yang pengen saya omongin kekamu, saya harap kamu bisa datang"
Ah ? dia pengen ketemuan dengan ku ? ada apa yah ? pasti dia mau bilang kalau dia itu risih dengan ku. *beribu pertanyaan yang ada diotak ku, rasa takut, dan bimbang, semuanya bercampur menjadi satu.

Setelah sejam berberfikir ku memutuskan untuk mengirim sebuah pesan singkat ke dia.
"maaf dana, aku tidak bisa datang, aku udah tau apa yang pengen kamu sampaikan, ke aku.aku minta maaf jika perasaan ku ini salah, tapi inilah yang ku rasa, ini yang sedang terjadi, aku tau aku bukan wanita yang kamu inginkan, bukan wanita idaman mu, mungkin perasaan ini sangat salah, jadi aku minta maaf."

Setelah ku mengirim sms itu aku berharap ada balasan dari pesan yang aku kirimkan kedia, dan nyatanya memang ia membalas SMS ku,
"aku pun begitu minta maaf jika aku selalu bersikap dingin terhadap mu, aku cuman tidak ingin kamu sakit lebih dari ini, aku tidak ingin kamu semakin tersiksa dengan perasaan mu, makadari itu aku ingin bertemu dengan mu, membicarakan semuanya, setelah itu kita jalani kehidupan ini dengan lebih baik lagi"

HP ku kembali bordering. Dan kubaca pesan darinya dan tanpa ku sadari air mata ku menetes
" aku memang menyimpan harapan yang begitu besar terhadapmu, tetapi ku tak ingin egois, jika kamu lebih bahagia tanpa harus ada aku yang mengusik kehidupan mu, aku akan pergi dari kehidupan mu, sekali lagi aku tidak bisa bertemu dengan mu"
Kami pun membicarakan semuanya lewat pesan singkat, cukup panjang percakapan kami, dan saya mengambil kesimpulan bahwa, "kami memang saat ini tidak dapat bersatu, tetapi kami tidak tahu akan bagaimana kedepannya, kami akan tetap seperti ini sampai waktu yang akan menjawab semuanya."
***

Sebelum berangkat kekampus orang tua memanggilku untuk membicarakan sesuatu sepertinya itu hal yang penting.
Ada apa papa dan mama menanggil ku? Tidak seperti biasanya, apa ada hal yang penting ? * kata ku sambil memoles selai coklat diatas roti ku,
Begini vin, tante neneng yang ada dimalang memberikan saran bagaimana sebaiknya kamu melanjutkan kuliah disana saja, supaya kamu bisa lebih akrab lagi dengan keluarga yang ada diluar Sulawesi dan mencoba hal-hal baru dan menambah wawasan disana. * kata mama ku sambil memberika roti yang telah ia olesi dengan selai kaya kepada papa ku,.

Aku seketika kaget dengan apa yang orang tua katakana, semalam aku tida bermimpi apa-apa kenapa begitu banyak kejutan buat ku, *apa ? kau pindah kesana ?, disanakan jauh ? jauh dari teman-teman ku, jauh dari kehidupan ku yang sebenarnya pa.. ma..
"Kami tau itu,mungkin itu akan lebih baik daripada kamu disini, kami telah mengurus semuanya minggu depan kamu sudah harus ada disana."
Ah ? minggu depan ? ini kan sudah hari kamis, ? semuannya sudah diurus ? siapa yang urus berkas di kampus ku yang sekarang, ?
Teman papa yang mengurusnya, jadi kamu siap-siap aja yah ? ini sudah keputusan kami.
Tanpa mendengar perkataan terakhir dari papa dan mama aku langsung pergi dari meja makan dan menuju kekampus, selama perjalanan aku menangis, kenapa harus pindah ? kenapa harus sekarang ? kenapa mesti saya ?. beribu kata-kata yang difikiranku, untuk mempertanyakan semuanya.
***

Sesampai kekampus aku hanya diam dengan mata ku yang bengka karena menangis semalam dan ditambah info yang tadi pagi, tak ada satupun teman yang berani menegur ku, termasuk Dana, meski ku merasa dari kejahuan kalau dia sedang meperhatikan gerak gerik ku, tiba-tiba Hp ku bordering tanda SMS, ku cek hp ku dan ternyata DANA yang mengiirim sms itu kepada yang menanyakan ada apa denganku, aku tanpa bermenegok kebelakang dan tanpa membalasa sms dari dana ku langsung meninggalkan kelas dan berlari toilet.

Nisa,ira dan cristi pun heran ada apa dengan diri ku hari ini tidak memiliki semangat dan tidak seperti biasanya, tetapi tak niat dari mereka untuk mengajak ku untuk bicara,.
Aku tak menangkap satupun materi perkuliahan hari ini, aku tidak konsen.
Vin kamu kenapa ? dari tadi diam terus dan kayaknya kamu lagi banyak fikiran yah . *kata ira menegur ku,
A.. akk.. akkuu memang lagi banyak fikiran, aku tak tahu harus menyelesaikannya dengan cara apa, aku tidak tahu harus mengatakannya dengan cara Ra.
Yah. Kalau begitu kamu cerita donk supaya kami semua mengerti apa yang kamu rasakan, *kata nisa yang memotong perkataan kuu.
Entar aja yah ceritanya, habis pulang kuliah.
***

Sepulang kuliah, seperti biasa kami ke KFC Pettrani. Setelah kami memsan makanan kami menuju ketempat biasa yaitu dilantai .
Vin ada apa degan mu ini hari ? kenapa kamu diam terus seperti ada yang kamu fikirkan ? coba cerita, mungkin kami bisa bantu, *kata nisa penasaran
Aku langsung menjawab pertanyaan nisa sambil memperlihatkan semua SMS- SMS dana semalam seperti yang kuduga mereka semua terkejutn melihat sms dari dana.
Seharusnya itu kamu senang karena dia memberikan sinyal yang baik buat muu bukannya kamu sedih seperti ini. *kata ira tanpa membiarkan ku berbicara sedikit pun

Ia itu memang kabar baik tetapi kabar buruk yang buat saya begini yaitu, orang tua ku sudah mengurus surat pindah ku dan minggu depan saya sudah harus berangkat, lo bayangin gimana kagetnya saya tadi pagi waktu diberi tahu soal ini. *kataku tanpa menahan air mata,
" APA ? disaat begini kamu mau pindah ? lo gak bayangin perasaan dana saat tau hal ini ? * kata nisa dengan nada tinggi
Aku tau perasaannya pasti dia kecewa banget sama aku, maka dari itu kamu jangan bilang ini kedia, lagian juga mungkin ini mi yang terbaik untuk buang rasa yang tersimpan untuknya, dan mungkin inilah jawaban dari semuanya kalau saya dan dia memang tidak bisa bersama.
Sore itu menjadi sore yang sangat aku rindukan suatu saat nanti jika aku telah ada ditempat baru ditempat yang tidak ku inginkan.
Sesampaiku dirumah aku heran ada apa kenapa ramai sekali dan setalah masuk kerumah ternyata keluarga ku datang yang dari malang,Jakarta dan Cirebon, aku langsung masuk kamar tanpa mengeluarkan sepatah katapun, dan tak ada yang merespon kedatangan ku mungkin saja dia tau alasan kenapa saya langsung kekamar.
Aku lalu masuk kamar dan menghempaskan badanku ditempat tidur dan mengatakan ada apa dengan INI HARI ?.
Dan ternyata setalah aku mengatakan itu aku tertidur sampai pagi dan tidak merasa bahwa ira, nisa dan cristis ada dikamar ku, meraka datang untuk mengantarkan suatu benda dari dana.
Apa maksud dana memberikan benda ini ? apa kalian member tahu soal keberangkatan ku minggu besok ? *kata dengan curiga
Tidaklah tadi sepulang dari KFC dana SMS aku mengajak ku janjian di suatu tempat dan memberikan benda ini untuk mu Tp bukan aku yang di SMS tapi ira dan nisa. "kata cristi
Oh. Aku hanya bisa berkomentar seperti ini fikiran ku tak karuan, besok adalah waktu keberangkatan ku, ini detik-detik berada di MAKASSAR, tetapi hari ini ada satu yang aku inginkan melihat dana sebelum ku berangkat
Cring cring tiba-tiba ponsel ku berbunyi telihat nama reza yang memanggil.
Hallo ia ada apa ja ?

Kamu sudah tidak menganggap aku teman ? kamu sudah memerlukan aku lagi ? sampai-sampai hal sepenting ini kamu tidak memberitahu ku,
"aku minta maaf ja' bukan maksd ku seperti itu aku tidak siap untuk bilang ini sama kam"
" sekarang kamu keluar dari kamar, aku sekarang ada di depan rumah mu. Tut. Tut .tut telfonnya terputus.

Aku berjalan menuju pagar rumah ku, dan disana telah ada seorang cowo berdiri dengan gelisahnya
" vin kamu itu yang benar-benar bikin aku marah sama kamu, besok kamu berangkat kamu gak ngasih tahu aku ?
" maaf ja, aku gak siap"

Kami belum masuk dirumah dia sudah marah-marah, dia memilih membicarakan di halaman belakang rumah ku,
" vin lo fikir perasaan dana ? kalau mengetahui hal ini ?, memang benar kalau kepastian belum ada, dan ini memang hak mu untuk pindah,
" ia aku pindah cuman mengikuti permintaan orang tua ku dan membuang jauh-jauh perasaan ku terhadap dana , aku tidak mau disayang karena kasihan,.
Perdebatan masih terjadi diantara kami, ber5 dan sampai akhirnya reza memahami perasaan ku dan meng IAkan permintaan ku untuk melihat dana sebelum berangkat besok siang. Mereka mengatur rencana agar aku melihat dana tanpa dan harus tau kalau aku berada ditempat yang sama dengan ia.

Kami berangkat ketempat tujuan dan ternyata dana telah duduk ditempat kami tentukan, aku hanya mampu melihat dia dari kejauhan duduk bersama ke 4 sahabat ku, dan lagi-lagi air mata ku menetes melihatnya aku tak mampu menahan tangis ku.
***

Pagi ini aku bersiap-siap dirumah siang ini pesawat ku terbang, nisa, cristi,ira dan reza membantu ku prepare, pas jam 11 kami berangkat kebandara, dan tanpa sepengetahuan ku selama di perjalanan reza menghubungi dana dan beberapa teman-teman yang lain untuk menyusul kebandara. Setelah beberapa menit kami menunggu dan makan sebelum berangkat dan saatnya saya dan keluarga menuju ketempat keberangkatan yang itu artinya saatnya aku akan meninggalkan mereka yang aku sayangi, aku berjalan dengan pelan tiba-tiba terdengar suara meneriakkan nama ku VINA !!! aku seketika membalikkan tubuh ku dan melihata sosok yang memanggilku, ternyata dia adalah DANA dia datang untuk ku, air mata ku tak bisa ku tahan ku berlari kearah dan memeluknya dan mengatakan MAAF AKAN AKU, dia menjawab aku tak butuh kata MAAF dari mu yang aku butuh hanya kata KAMU PUN MENCINTAI KU.

PROFIL PENULIS
Nama : Yuyu Afriyanti
Sekolah : Fak Psikologi UNM

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.


By Cewek Cantik

0 komentar:

Poskan Komentar